PERAN BUDAYA DAERAH MEMPERKOKOH KETAHANAN BUDAYA NASIONAL
PERAN BUDAYA DAERAH MEMPERKOKOH KETAHANAN BUDAYA NASIONAL
Disusun Oleh :
Nama : Ari Prisma Ardiansyah
NPM : 17415708
Kelas : IB
Fakultas Teknologi Industri
S1 – Teknik Elektro
Universitas Gunadarma
2015 – 2020
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik Makalah
Peran Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional
\
Dateline Makalah : 16 Oktober 2010
Tanggal Penyerahan atau Upload Makalah : 16 Oktober 2010
P E R N Y A T A A N Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik Makalah
Peran Budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional
\
Dateline Makalah : 16 Oktober 2010
Tanggal Penyerahan atau Upload Makalah : 16 Oktober 2010
P E R N Y A T A A N Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa saya penulis panjatkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para umatnya yang insyaallah setia sampai akhir jaman. Makalah ini disusun guna melengkapi tugas Ilmu Budaya Dasar. Dalam penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, saya telah berusaha untuk dapat memberikan serta mencapai hasil yang semaksimal mungkin dan sesuai dengan harapan, walaupun di dalam pembuatannya saya menghadapi berbagai kesulitan karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki.
Oleh sebab itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Burhan Amin selaku dosen pembimbing Ilmu Budaya Dasar. Saya menyadari bahwa dalam penulisan dan pembuatan penulisan ilmiah ini, masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan untuk dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun pihak lain yang berkepentingan.
Jakarta, 16 Oktober 2010
Hormat Saya
Oleh sebab itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Burhan Amin selaku dosen pembimbing Ilmu Budaya Dasar. Saya menyadari bahwa dalam penulisan dan pembuatan penulisan ilmiah ini, masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan untuk dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun pihak lain yang berkepentingan.
Jakarta, 16 Oktober 2010
Hormat Saya
DAFTAR ISI
JUDUL
PERNYATAAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................................................................ 1
1.2 Tujuan....................................................................................................................................................... 2
1.3 Sasaran..................................................................................................................................................... 2
BAB 2 PERMASALAHAN................................................................................................................................. 3
2.1 Strength (Kekuatan).................................................................................................................................... 3
2.2 Weakness (Kelemahan)............................................................................................................................... 3
2.3 Opportunity (Peluang)................................................................................................................................. 3
2.3 Threat (Tantangan).................................................................................................................................... 4
BAB 3 PENUTUP.............................................................................................................................................. 5
3.1 Kesimpulan................................................................................................................................................. 5
3.2 Rekomendasi.............................................................................................................................................. 5
3.3 Referensi.................................................................................................................................................... 5
PERNYATAAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................................................................................ 1
1.2 Tujuan....................................................................................................................................................... 2
1.3 Sasaran..................................................................................................................................................... 2
BAB 2 PERMASALAHAN................................................................................................................................. 3
2.1 Strength (Kekuatan).................................................................................................................................... 3
2.2 Weakness (Kelemahan)............................................................................................................................... 3
2.3 Opportunity (Peluang)................................................................................................................................. 3
2.3 Threat (Tantangan).................................................................................................................................... 4
BAB 3 PENUTUP.............................................................................................................................................. 5
3.1 Kesimpulan................................................................................................................................................. 5
3.2 Rekomendasi.............................................................................................................................................. 5
3.3 Referensi.................................................................................................................................................... 5
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Merambahnya budaya asing ke Indonesia melalui sarana multi media massa (elektronik, cetak) serta media dunia maya (internet) sangat mempengaruhi perkembangan budaya Indonesia. Dampak yang ditimbulkan ada yang bersifat positif dan ada yang negatif. Jika kebudayaan asing yang bersifat negatif memasuki sendi-sendi kehidupan bangsa, terutama para generasi muda tanpa diimbangi upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dikhawatirkan Bangsa Indonesia akan kehilangan jati diri sebagai bangsa. betapa pentingnya kita mencintai budaya ini dan mempertahankannya di tengah ”ancaman” budaya barat, mulai dari budaya makan (serangan makanan dari Luar Negeri seperti Makanan Jepang sampai KFC mengalahkan kepopuleran makanan lokal di mata anak muda), Busana ( serangan merek-merek luar seperti Dolce Gabbana dan channel telah mengalahkan kepopuleran batik dan kain tenun), Musik ( Musik R&B dan Hip Hop telah mengalahkan kepopuleran dangdut dan kolintang) sampai bagian budaya yang paling vital, yaitu bahasa ( bahasa inggris telah jauh mengalahkan bahasa indonesia sehingga terkadang dianggap memiliki level yang lebih tinggi dari bahasa indonesia. Bahkan, dalam pembicaraan sehari-hari, penggabungan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sudah dikembangkan sebagai suatu budaya baru bagi anak muda). Lucunya, ternyata negara-negara seperti Perancis, Jerman, Inggris dan Italia juga memiliki pemikiran yang sama tentang keberadaan globalisasi budaya, yang mereka sebut sebagai Amerikanisasi, karena dianggap ingin menyeragamkan semua budaya di dunia dengan budaya dari negara adikuasa tersebut. Untuk itu, terdapat beberapa tindak nyata yang dilakukan untuk memproteksi budaya lokal masing-masing negara, seperti Kanada yang membentuk Kementrian Warisan Budaya dan bahkan pernah melarang peredaran Majalah Sports Illustrated dari Amerika Serikat. Selain itu, di Musim Panas 1998, menteri Kebudayaan dari 20 Negara seperti Brazil, Meksiko, Swedia dan Italia berkumpul di Ottawa untuk membahas tentang strategi menahan serbuan Hollywood juggernaut sebagai serbuan yang sarat muatan Hollywood yang tak bisa dihentikan.Tapi kebanyakan orang (bahkan orang “barat” sendiri) hanya berfokus ke bagaimana mengatasi globalisasi sebagai “ancaman” ? Padahal kalo kita liat secara positif, Globalisasi juga bisa dimanfaatkan sebagai “peluang” jika kita pikirkan lagi, keberadaan globalisasi artinya, lajunya arus informasi lewat adanya internet yang mana, Indonesia memiliki peluang untuk memperkenalkan berbagai budaya dari tiap propinsi melalui web atau bahkan blog, globalisasi menghapus batas antar Negara sehingga akan mempermudah terjadinya pertukaran Pelajar dan mahasiswa maupun, akan ada lebih banyak pekerja asing di Negara kita yang kaya ini dan yang terakhir, yang saya rasa adalah peluang terbesar adalah Perkembangan Mode yang berskala global yang mana, sekarang ini,bukan hal yang aneh lagi bila orang Indonesia memakai tas tangan Channel dan sepatu Nike, yang tentu saja bukan hal yang sulit karena barang-barang tersebut sudah dijual dengan bebas di Indonesia. Hal seperti ini tentu saja merupakan peluang besar bagi industri batik dan kain tenun kita yang mempunyai kesempatan untuk menjadi merek global dan dapat ditemukan di berbagai butik di seluruh dunia yang artinya, kita akan melakukan Indonesianisasi.
1.2 Tujuan
a. Mengetahui peran budaya lokal dalam upaya memperkokoh budaya nasional.
b. Mengetahui berbagai macam masalah tentang kebudayaan.
c. Mengetahui cara mengatasi permasalahan mengenai kebudayaan.
d. Terwujudnya persatuan dan kesatuan.
e. Dapat menambah pengetahuan tentang kebudayaan.
1.3 Sasaran
a. Menyelesaikan masalah-masalah tentang kebudayaan.
b. Meningkatkan rasa cinta tanah air masyarakat.
c. Terwujudnya pengembangan modal budaya dan modal sosial.
d. Meningkatkan budaya pembelajaran.
e. Melakukan pengembangan sumber daya dalam bidang kebudayaan.
Merambahnya budaya asing ke Indonesia melalui sarana multi media massa (elektronik, cetak) serta media dunia maya (internet) sangat mempengaruhi perkembangan budaya Indonesia. Dampak yang ditimbulkan ada yang bersifat positif dan ada yang negatif. Jika kebudayaan asing yang bersifat negatif memasuki sendi-sendi kehidupan bangsa, terutama para generasi muda tanpa diimbangi upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa dikhawatirkan Bangsa Indonesia akan kehilangan jati diri sebagai bangsa. betapa pentingnya kita mencintai budaya ini dan mempertahankannya di tengah ”ancaman” budaya barat, mulai dari budaya makan (serangan makanan dari Luar Negeri seperti Makanan Jepang sampai KFC mengalahkan kepopuleran makanan lokal di mata anak muda), Busana ( serangan merek-merek luar seperti Dolce Gabbana dan channel telah mengalahkan kepopuleran batik dan kain tenun), Musik ( Musik R&B dan Hip Hop telah mengalahkan kepopuleran dangdut dan kolintang) sampai bagian budaya yang paling vital, yaitu bahasa ( bahasa inggris telah jauh mengalahkan bahasa indonesia sehingga terkadang dianggap memiliki level yang lebih tinggi dari bahasa indonesia. Bahkan, dalam pembicaraan sehari-hari, penggabungan bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sudah dikembangkan sebagai suatu budaya baru bagi anak muda). Lucunya, ternyata negara-negara seperti Perancis, Jerman, Inggris dan Italia juga memiliki pemikiran yang sama tentang keberadaan globalisasi budaya, yang mereka sebut sebagai Amerikanisasi, karena dianggap ingin menyeragamkan semua budaya di dunia dengan budaya dari negara adikuasa tersebut. Untuk itu, terdapat beberapa tindak nyata yang dilakukan untuk memproteksi budaya lokal masing-masing negara, seperti Kanada yang membentuk Kementrian Warisan Budaya dan bahkan pernah melarang peredaran Majalah Sports Illustrated dari Amerika Serikat. Selain itu, di Musim Panas 1998, menteri Kebudayaan dari 20 Negara seperti Brazil, Meksiko, Swedia dan Italia berkumpul di Ottawa untuk membahas tentang strategi menahan serbuan Hollywood juggernaut sebagai serbuan yang sarat muatan Hollywood yang tak bisa dihentikan.Tapi kebanyakan orang (bahkan orang “barat” sendiri) hanya berfokus ke bagaimana mengatasi globalisasi sebagai “ancaman” ? Padahal kalo kita liat secara positif, Globalisasi juga bisa dimanfaatkan sebagai “peluang” jika kita pikirkan lagi, keberadaan globalisasi artinya, lajunya arus informasi lewat adanya internet yang mana, Indonesia memiliki peluang untuk memperkenalkan berbagai budaya dari tiap propinsi melalui web atau bahkan blog, globalisasi menghapus batas antar Negara sehingga akan mempermudah terjadinya pertukaran Pelajar dan mahasiswa maupun, akan ada lebih banyak pekerja asing di Negara kita yang kaya ini dan yang terakhir, yang saya rasa adalah peluang terbesar adalah Perkembangan Mode yang berskala global yang mana, sekarang ini,bukan hal yang aneh lagi bila orang Indonesia memakai tas tangan Channel dan sepatu Nike, yang tentu saja bukan hal yang sulit karena barang-barang tersebut sudah dijual dengan bebas di Indonesia. Hal seperti ini tentu saja merupakan peluang besar bagi industri batik dan kain tenun kita yang mempunyai kesempatan untuk menjadi merek global dan dapat ditemukan di berbagai butik di seluruh dunia yang artinya, kita akan melakukan Indonesianisasi.
1.2 Tujuan
a. Mengetahui peran budaya lokal dalam upaya memperkokoh budaya nasional.
b. Mengetahui berbagai macam masalah tentang kebudayaan.
c. Mengetahui cara mengatasi permasalahan mengenai kebudayaan.
d. Terwujudnya persatuan dan kesatuan.
e. Dapat menambah pengetahuan tentang kebudayaan.
1.3 Sasaran
a. Menyelesaikan masalah-masalah tentang kebudayaan.
b. Meningkatkan rasa cinta tanah air masyarakat.
c. Terwujudnya pengembangan modal budaya dan modal sosial.
d. Meningkatkan budaya pembelajaran.
e. Melakukan pengembangan sumber daya dalam bidang kebudayaan.
BAB 2
PERMASALAHAN
2.1 Strength (Kekuatan)
a. Nilai-nilai luhur budaya bangsa dan penguatan ketahanan budaya dalam menghadapi derasnya arus budaya asing dan lokal.
b. Mendorong kerja sama yang sinergis antar pemangku.
c. Mempertajam pemanfaatan nilai-nilai dan pesan moral.
d. Kekayaan budaya bangsa yang beraneka ragam seperti suku, kesenian dan kekayan nilai budaya yang lainnya.
e. Keanekaragaman seni dan semakin banyak keunikan budaya menjadi warisan dunia.
f. Banyaknya wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat budaya kita.
2.2 Weakness (Kelemahan)
a. Masih rendahnya apresiasi dan kecintaan terhadap budaya dan produk dalam negeri .
b. Semakin pudarnya nilai-nilai solidaritas sosial, keramahtamahan sosial dan rasa cinta tanah air yang pernah dianggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa Indonesia serta semakin menguatnya nilai-nilai materialisme.
c. Belum memadainya kemampuan bangsa dalam mengelola keragaman budaya.
d. Masih kurangnya apresiasi dan kecintaan terhadap budaya dan produk dalam negeri.
e. Kurangnya informasi terhadap masyarakat jika ada pembaharuan dan budaya baru yang muncul.
2.3 Opportunity (Peluang)
a. Pengaruh budaya asing dalam era globalisasi akan berdampak positif terhadap ketahanan budaya jika adanya akulturasi budaya yaitu ciri khas dan identitas kebudayaan semakin berkembang.
b. Penghargaan dunia atas warisan budaya lokal mampu mengangkat citra dan martabat bangsa dan Negara.
c. Banyaknya lembaga atau pihak di luar negeri yang tertarik akan budaya bangsa baik berupa benda peninggalan sejarah dan purbakala (benda cagar budaya) maupun dengan kesenian dan nilai tradisi.
d. Kemajuan teknologi membuka peluang untuk melestarikan kekayaan budaya.
e. Kekayaan budaya yang melimpah mampu menjadikan daya tarik budaya sebagai magnet untuk mendatangkan wisatawan.
2.4 Threat (Tantangan)
a. Masih kurangnya penghargaan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual di bidang kebudayaan.
b. Lemahnya SDM pengelola kekayaan budaya.
c. Pengaruh budaya asing dalam era globalisasi akan berdampak negative terhadap ketahanan budaya.
d. Kekayaan budaya bangsa baik dalam bentuk benda dan yang tak benda belum di kelola secara sinergis dalam rangka pembangunan nasional.
a. Nilai-nilai luhur budaya bangsa dan penguatan ketahanan budaya dalam menghadapi derasnya arus budaya asing dan lokal.
b. Mendorong kerja sama yang sinergis antar pemangku.
c. Mempertajam pemanfaatan nilai-nilai dan pesan moral.
d. Kekayaan budaya bangsa yang beraneka ragam seperti suku, kesenian dan kekayan nilai budaya yang lainnya.
e. Keanekaragaman seni dan semakin banyak keunikan budaya menjadi warisan dunia.
f. Banyaknya wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat budaya kita.
2.2 Weakness (Kelemahan)
a. Masih rendahnya apresiasi dan kecintaan terhadap budaya dan produk dalam negeri .
b. Semakin pudarnya nilai-nilai solidaritas sosial, keramahtamahan sosial dan rasa cinta tanah air yang pernah dianggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa Indonesia serta semakin menguatnya nilai-nilai materialisme.
c. Belum memadainya kemampuan bangsa dalam mengelola keragaman budaya.
d. Masih kurangnya apresiasi dan kecintaan terhadap budaya dan produk dalam negeri.
e. Kurangnya informasi terhadap masyarakat jika ada pembaharuan dan budaya baru yang muncul.
2.3 Opportunity (Peluang)
a. Pengaruh budaya asing dalam era globalisasi akan berdampak positif terhadap ketahanan budaya jika adanya akulturasi budaya yaitu ciri khas dan identitas kebudayaan semakin berkembang.
b. Penghargaan dunia atas warisan budaya lokal mampu mengangkat citra dan martabat bangsa dan Negara.
c. Banyaknya lembaga atau pihak di luar negeri yang tertarik akan budaya bangsa baik berupa benda peninggalan sejarah dan purbakala (benda cagar budaya) maupun dengan kesenian dan nilai tradisi.
d. Kemajuan teknologi membuka peluang untuk melestarikan kekayaan budaya.
e. Kekayaan budaya yang melimpah mampu menjadikan daya tarik budaya sebagai magnet untuk mendatangkan wisatawan.
2.4 Threat (Tantangan)
a. Masih kurangnya penghargaan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual di bidang kebudayaan.
b. Lemahnya SDM pengelola kekayaan budaya.
c. Pengaruh budaya asing dalam era globalisasi akan berdampak negative terhadap ketahanan budaya.
d. Kekayaan budaya bangsa baik dalam bentuk benda dan yang tak benda belum di kelola secara sinergis dalam rangka pembangunan nasional.
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang di ambil dari makalah yang saya buat adalah membahas tentang SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dari budaya lokal yang berperan penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa. Sebagai warga Negara yang baik kita sewajarnya mempertahankan budaya lokal tersebut. Masih kurangya rasa cinta masyarakat tentang kebudayaan menimbulkan efek yang negatif untuk kebudayaan itu sendiri oleh sebab itu kita semua harus menjaga dan melestarikan kebudayaan dengan sekuat tenaga karena itu adalah warisan nenek moyang kita semua.
3.2 Rekomendasi
Mengembangkan nilai-nilai sejarah yang telah lama ditinggalkan oleh masyarakat pada umumnya, melakukan pembaharuan budaya dan belajar mengembangkan budaya sejak dini, melakukan pengembangan kekayaan kebudayaan, terus berkarya dan belajar berbagai macam kesenian budaya kita. Seperti memgembangkan wayang kulit dan memakai batik, yang sebetulnya batik itu bukan hanya pakaian formal. Justru kita harus bangga terhadap budaya batik yang sudah di kenal di mancanegara dan sudah dipatenkan oleh UNESCO beberapa bulan yang lalu.
3.3 Referensi
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/peran-budaya-lokal-memperkokoh-ketahanan-budaya-bangsa-2/
Dosen.tf.itb.ac.id
www.mail-archive.com
WWW.LABALABA.COM,dll
Kesimpulan yang di ambil dari makalah yang saya buat adalah membahas tentang SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dari budaya lokal yang berperan penting dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa. Sebagai warga Negara yang baik kita sewajarnya mempertahankan budaya lokal tersebut. Masih kurangya rasa cinta masyarakat tentang kebudayaan menimbulkan efek yang negatif untuk kebudayaan itu sendiri oleh sebab itu kita semua harus menjaga dan melestarikan kebudayaan dengan sekuat tenaga karena itu adalah warisan nenek moyang kita semua.
3.2 Rekomendasi
Mengembangkan nilai-nilai sejarah yang telah lama ditinggalkan oleh masyarakat pada umumnya, melakukan pembaharuan budaya dan belajar mengembangkan budaya sejak dini, melakukan pengembangan kekayaan kebudayaan, terus berkarya dan belajar berbagai macam kesenian budaya kita. Seperti memgembangkan wayang kulit dan memakai batik, yang sebetulnya batik itu bukan hanya pakaian formal. Justru kita harus bangga terhadap budaya batik yang sudah di kenal di mancanegara dan sudah dipatenkan oleh UNESCO beberapa bulan yang lalu.
3.3 Referensi
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/peran-budaya-lokal-memperkokoh-ketahanan-budaya-bangsa-2/
Dosen.tf.itb.ac.id
www.mail-archive.com
WWW.LABALABA.COM,dll

Komentar
Posting Komentar